Cidadap Corner
Headlines News :

Latest Post

Eksploitasi Alam (karts citatah)



Eksploitasi Alam (karts citatah)
[Gambar]
Alam adalah satu-satunya tempat untuk kelangsungan hidup manusia, tapi anehnya banyak masyarakat yang tidak sadar tentang alam itu sendiri. Eksploitasi alam besar-besaran masih sangat terasa kalau agan lewat sepanjang jalan ciburuy-Cipatat Padalarang.

Tata Kota yang Buruk



Tata Kota yang Buruk
[Gambar]
Tata kota di Bandung Barat masih semberawut, pusat ekonomi dan pusat pemerintahan tidak jelas.. Apa lagi pusat pendidikan, 1 perguruan tinggi juga belum punya tuch!!

Macet



Macet
[Gambar]
Gimana tidak macet, mall dan jalan utama berada dalam satu wilayah tertentu. Jika agan sengaja kesana atau  sekedar lewat, pasti agan bakal melihat beberapa  mall berada tepat disamping jalan utama Bandung Barat. Sebenarnya ada jalan alternatif sih, tapi sayangnya justru kita malah disuruh masuk ke wilayah pasar bray. Tau sendiri kondisi pasar indonesia gan, semberawut dan hancur!! Lalu lintas kendaraan jangan ditanya, malang melintang tak tentu arah gan!!!
Solusi yang diberikan oleh pihak kepolisian membuat kita ketawa, pada hari kerja para pengemudi pasti disuruh keliling dulu di kota baru, jaraknya sekitar Km dari jalan utama, pokoknya kalo agan ada dijalan utama, Putar baliknya kendaraan masih terlihat jelas gan... Apa itu solusi macet pak? Kini, Padalarang dinobatkan menjadi salah satu titik rawan macet di Jawa Barat. Selamat Yach!!

Cidadap & Social Capital


Puluhan tahun lalu, Francis Fukuyama mengupas tentang apa yang disebutnya sebagai “social capital” atau modal sosial. Fukuyama mendefinisikan modal sosial sebagai norma informal yang dapat mendorong kerjasama antar anggota masyarakat. modal sosial memiliki hubungan yang erat dengan tingkat kesejahteraan suatu masyarakat, masyarakat yang tingkat kesejahteraannya lebih tinggi adalah masyarakat yang memiliki modal sosial tinggi.

Sebaliknya, dalam tatanan masyarakat yang rasa saling percayanya rendah, kemauan kerjasama masyarakat akan menjadi rendah hingga “biaya transaksi” dan “biaya kontrol” menjadi mahal dan berlapis-lapis bahkan sulit ditemukan. Efeknya adalah kehidupan anggota masyarakat yang sibuk memperjuangkan kepentingan dirinya sendiri, sementara ruang untuk saling memberi sangat sempit. Proses kreatif untuk menemukan cara-cara baru dalam menjalankan kehidupan menjadi  terhambat, karena setiap inisiatif akan disikapi dengan curiga, bahkan antipati. Sumber daya dan energi yang dimiliki masyarakat banyak dihabiskan untuk kegiatan yang tidak menghasilkan nilai tambah. Kehidupan keseluruhan menjadi sulit, boros, dan membebani masyarakat itu sendiri. Hasilnya, masyarakat menjadi sulit untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmurannya.

 Dalam kehidupan sehari-hari, modal sosial akan tampak dari suasana saling percaya antar warga masyarakat, rasa saling percaya antar warga masyarakat dan kemauan untuk bekerjasama menyebabkan ”biaya transaksi” dan ”biaya kontrol” menjadi murah. Hasilnya adalah kehidupan yang lebih efisien dan produktif. Maka, sumber daya yang ada dapat dioptimalkan untuk melakukan kegiatan yang membangun nilai tambah bagi kehidupan masyarakatnya.

Disadari atau tidak, Cidadap adalah salah satu kampung yang berada dalam era gobalisasi dan perekonomian dunia yang pro pasar bebas (free market). Hal ini membuat Cidadap sangat rentan menjadi objek eksploitasi baik yang bermuara pada para pemilik modal maupun gaya pemerintahan yang cenderung berpihak pada kepentingan pribadi atau para pemilik modal semata. Masalah ini dapat diatasi bukan dengan upaya bagaimana mengadakan non-human capital, tetapi dengan cara mengoptimalkan social capital (modal sosial) yang ada, sependapat dengan Colmen, peranan non-human capital dalam sistem dunia saat ini cenderung semakin berkurang karena alat-alat produksi seperti tanah, pabrik, alat-alat, dan mesin-mesin semakin tidak ada artinya jika tidak didominasi oleh peran human capital yakni pengetahuan, keterampilan serta kemampuan masyarakat untuk melakukan asosiasi satu sama lain.

Cidadap telah sedikit mengenali jati dirinya, bukan hanya dari sumber daya alamnya yang subur, juga banyak potensi dari eksistensi sosial lainnya yang kini sedang dioptimalkan. Meskipun masih jauh namun paling tidak hal ini dibuktikan oleh adanya kerjasama masyarakat, antara warga, pemuda potensial, dan lembaga pendidikan dalam menyelenggarakan beberapa event sosial. Baru-baru ini, sebagaimana telah diliput oleh beberapa media seperti Tribun News, dll tentang adanya kerjasama masyarakat dalam membangun jalan yang akan menghubungkan permukiman penduduk dan jalan utama dengan area pertanian Cibakung, meskipun tanpa sepeser pun bantuan dari pihak swasta atau pemerintah. serta adanya kerjasama dari pemuda potensial yang tergabung dalam satu komunitas peduli lingkungan hidup.

Komunitas atau kelompok-kelompok untuk bekerjasama dan menumbuhkan kepercayaan ini merupakan kekuatan yang besar dimiliki Cidadap untuk bekerjasama dan menumbuhkan kepercayaan pihak lain. Dari sini telah nampak modal sosial yang begitu dominan dalam tubuh Cidadap masa kini.  Jika modal sosial ini tetap dipertahankan dan dikembangkan, yakni kerjasama dan saling percaya yang didasarkan pada  nilai-nilai universal yang ada, maka tidak akan ada sikap saling curiga, saling jegal, saling menindas dan sebagainya sehingga proses kreatif untuk menemukan cara-cara baru dalam menjalankan kehidupan masyarakat akan bermunculan. Di pihak lain masyarakat yang kuat dan mempunyai modal sosial yang tinggi akan memudahkan jaringan kerjasama dengan pihak luar, namun tetap memiliki karakteristik budaya yang kuat .

Tinggali Rumah Kosong di Padalarang, Pengemis Disangka Teroris


Jakarta - Warga RT 02/06, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat resah dengan kehadiran Iwan Satria di tengah-tengah mereka. Iwan sejak seminggu lalu menghuni salah satu rumah kosong di pemukiman warga tersebut.

Warga menaruh curiga Iwan karena sangat tertutup kepada lingkungannya. Terlebih Iwan menempati rumah kosong tanpa sepengetahuan pengurus RT dan RW setempat. Karena takut Iwan adalah anggota komplotan teroris, warga pun kemudian melapor ke Polsek Padalarang.

"Sudah kita amankan yang bersangkutan dibantu oleh warga setempat dan pengurus RT. Kita amankan tadi sekitar pukul 22.00 WIB," ujar anggota Polsek Padalarang Iptu Endin saat dihubungi detikcom, Jumat (3/6/2011) malam.

Menurut Endin, warga menaruh curiga pada pria 33 tahun itu karena selain tertutup Iwan juga banyak membawa bungkusan plastik ke rumah kosong yang ia tempati. Namun setelah petugas membuka bungkusan plastik itu ternyata isinya hanya tepung tapioka.

"Setelah kita periksa yang bersangkutan, katanya tepung itu untuk nyari undur-undur. Undur-undur buat obat," ujar Endin.

Iwan sendiri mengaku sebagai warga Bekasi. Namun dari hasil pemeriksaan sementara Endin memastikan Iwan tidak terlibat jaringan teroris seperti ketakutan warga.

"Warga juga bilang kalau pekerjaannya minta-minta atau ngemis kalau siang. Kalau malam di rumah kosong itu. Warga sudah terlanjur takut kalau orang asing (iwan) itu komplotan teroris," terangnya.

Namun Polsek Padalarang hingga kini masih memeriksa Iwan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan di rumah kosong di sekitar Jalan Raya Padalarang itu. "Masih kita periksa terkait keberadaannya di sini untuk apa," imbuhnya.

Penangkapan Iwan oleh petugas Polsek Padalarang yang dibantu warga ini rupanya sangat heboh. Banyak warga yang menyaksikan. Hal ini membuat jalan Raya Padalarang macet parah.

"Iya tadi pas lewat situ macet parah. Dari arah Purwakarta menuju Bandung macet banget," ujar pembaca detikcom, Arya.

Karena penasaran, saat melintas di dekat lokasi penangkapan, Arya sempat menanyakan kepada warga sekitar yang berkumpul. "Katanya ada teroris ditangkap sama bahan peledak sebagai barang bukti," tutur Arya.

Namun hal itu rupaya hanya informasi salah yang berdear di warga. Polsek Padalarang memastikan tidak ada bahan peledak saat menangkap Iwan. "Tidak ada bahan peledak, cuma tepung. Kalau yang bersangkutan memang tidak melakukan kejahatan nanti juga akan kita minta pulang ke Bekasi," imbuh Endin.

(her/her)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2011/06/04/020201/1652885/10/tinggali-rumah-kosong-di-padalarang-pengemis-disangka-teroris?n990102mainnews

Mau Lihat Masjid Memancarkan Syahadat? Ke Padalarang Aja


BANGUNAN itu mencuri perhatian sejak diresmikan pada 2010. National Frame Building Association bahkan mencatat keunikan mesjid itu dalam lima besar 'Bangunan Terbaik Tahun 2010 atau Building of The Year 2010. Ya, itulah Masjid Al Irsyad di Padalarang, Jawa Barat.

Masjid Al Irsyad cukup populer. Bentuknya tak sama dengan masjid-masjid lain di Indonesia. Tak ada menara maupun kubah. Bentuknya yang kubus menyerupai Ka'bah, tempat suci umat Islam di Arab Saudi.

Desainnya sederhana. Tak banyak ornamen tapi itulah keindahan masjid tersebut. Namun, ada sebuah keunikan lain. Dinding masjid disusun sedemikian rupa membentuk celah atau ventilasi. Bila celah itu disinari, maka akan memancarkan dua kalimat syahadat. Sangat mengagumkan.

Tak sampai di situ. Masjid kebanggaan warga setempat itu pun memiliki 99 lampu bulat berukir asmaul husna atau 99 nama terbaik Allah SWT. Cahaya lampu akan membentuk siluet nama-namasuci Allah SWT. Itu menggambarkan betapa indahnya kemegahan nama-nama Allah.

Masjid Al Irsyad pun seolah mengajak pengunjung mendekatkan diri pada alam. Lantai tepi mimbar dijadikan sebagai kolam. Suara gemericik air kolam memberi rasa teduh yang menenangkan saat-saat beribadah. Dinding di bagian belakang dibiarkan terbuka sehingga jemaah dapat menikmati pemandangan Padalarang usai salat.

Adalah Ridwan Kamil yang merancang bangunan di atas lahan seluas 1.100 meter persegi itu. Ia membangun rumah ibadah untuk 1.500 umat Islam sekaligus menjadi tempat wisata rohani. Dengan keunikan itu, tak mengherankan bila National Frame Building Association, acara akbar yang melibatkan sejumlah arsitek seluruh dunia, menempatkan Masjid Al Irsyad dalam kategori religious architecture.

Situs publikasi arsitektur terpopuler ArchDaily pun menempatkan Masjid Al Irsyad sebagai bangunan populer di antara tempat ibadah lainnya. Kepopuleran itu pun menarik minat pengunjung yang ingin berwisata religi ke Padalarang.(kpl/RRN)

Sumber: http://metrotvnews.com/read/news/2011/08/29/63026/Mau-Lihat-Masjid-Memancarkan-Syahadat?-Ke-Padalarang-Aja

Iklan

Corner

Featured Posts

Corner

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "


Banyak Kandungan gizi yang dimiliki dari jambu biji gan! mulai dari Vit C, A, B kompleks, serat dan banyak mineral lainnya yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Agan ngga perlu jauh-jauh kalau butuh jambu gizi, ane saranin agan datang ke Padalarang aja gan, disana agan bakal dapetin jambu biji yang harganya pasti sangat terjangkau !!!

Coba lihat dengan kepala agan sendiri, Fenomena maraknya industri yang tidak seimbang dengan tingkat ekonomi dan kelestarian alam di Padalarang masih sangat merajalela gan!!
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cidadap Corner - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger